Yang tersering
penyebabnya adalah terlalu banyak mengkonsumsi makanan berlemak,
kolesterol tinggi, kalori tinggi sehingga menumpuk didalam usus,
menumpuk di pembuluh darah serta menempel di dinding saluran makanan
sehingga menyebabkan penyempitan dan tersumbatnya pembuluh darah
sehingga menghalangi penyerapan makanan yang cukup.
Penyebab lain adalah
kurangnya mengkonsumsi makanan dan nutrisi yang bergizi. Apalagi
kita hidup di zaman modern yang selalu dihadapkan dengan semua hal
yang instant termasuk makanan instant, sehingga menyebabkan sel-sel
tubuh menjadi tidak sehat,lemas dan regenerasi sel tubuh yang tidak
segera terganti oleh karena itu akan menyebabkan daya tahan tubuh
berkurang, imunitas menurun sehingga bakteri, virus dan sumber
penyakit lain gampang berkembang dalam tubuh, membuat darah menjadi
asam dan menyebabkan manusia sakit. Lihat lebih detail pada Pola Makan Sehat.
Perlu
disadari, manusia sakit akibat senggaja melanggar hukum alam, lalai
atas tanggung jawab kesehatan, lalai mengikuti hukum kesehatan,
tidak mau tahu tentang info sehat dan tidak perduli akan nutrisi
tambahan yang sebenarnya sangat dibutuhkan oleh manusia di abad
modern ini. Yang sebenarnya sangat dibutuhkan untuk mengimbangi
kondisi lingkungan dan pola hidup buruk yang penuh radical bebas
atau racun.
Sedikit
mengenai Radical Bebas, radical bebas adalah molekul atau atom yang
elektronnya tidak memiliki pasangan , elektron ini mengitari orbit,
sehingga terbentuk efek magnet untuk mencari pasangannya. Kemudian
radical bebas ini akan berkaitan dengan molekul sekitar dan akan
menyerang sel-sel yang sehat. Oleh karena itulah radical bebas akan
menyebabkan kerusakan sel. Radical bebas sebenarnya bukanlah musuh
bagi makhluk hidup, dia merupakan oksigen radical alami yang berupa
zat kimia yang ada pada tumbuhan, hewan dan manusia yang sebenarnya
radical bebas ini diproduksi di sel darah putih yang sangat berperan
untuk melindungi tubuh dari virus, bakteria maupun benda asing.
Radical bebas akan
menjadi musuh bila produksi radical bebas yang berlebihan didukung
oleh factor kebiasaan hidup manusia modern, keseimbangan tubuh kita
yang rapuh & kondisi alam yang memprihatinkan, Seperti :
1. Lapisan
ozon yang menipis
sehingga menyebabkan sinar UV ke bumi meningkat.
2. Radiasiyang disebabkan
antara lain karena kebocoran reaktor nuklir dan foto rongent.
3. Zat-zat
kimia yang
berasal dari pertanian dan insektisida, obat-obatan kimia serta
senyawa chloride dan nitrogen.
4. Makanan olahan dan makanan dengan zat warna , perasa buatan,
pemanis buatan dan pengawetan dengan zat-zat tertentu.
Oleh karena
itu Agar tubuh tidak dipenuhi oleh racun dan toxin yang dapat
mengganggu kualitas darah dan kesehatan diharapkan :
1.
Mengkonsumsi beberapa
antioksidan utama
2.
Olah raga dengan intensitas
rendah sesuai dengan umur.
3.
Pola makan
4.
Perbaikan dengan mengkonsumsi
makanan dan minuman sesuai pH
tubuh.
5.
Mengatur diet dan cara masak
yang benar agar antioksidan dalam
makanan tidak hilang.
6.
Perbaikan Pola Hidup dengan
Detoksifikasi
Mengkombinasi beberapa antioksidan utama.
Antioksidan adalah suplemen atau
bahan kimia yang digunakan untuk menetralisir sisa-sisa proses
oksidasi dalam tubuh manusia sehingga bahan itu mampu melumpuhkan
radical bebas.
Antioksidan ada yang berasal
dari dalam tubuh kita sendiri yaitu Enzim SOD (
Superoksiddismutase ), Glutation Peroksidase dan katalase.
Enzim-enzim antioksidan alami ini sudah dapat diperiksa kadarnya
dalam tubuh di laboratorium.
Kemudian antioksidan yang
berasal dari luar tubuh manusia yaitu yang di dapat dengan cara
memasukkan secara langsung ke dalam tubuh.
Yang terpenting adalah
vitamin A, C, E dan beta caroten, yang apabila digunakan secara
bersamaan akan memiliki daya antioksidan yang jauh lebih kuat
daripada digunakan sendiri-sendiri. Alangkah baiknya jika
antioksidan yang digunakan berasal dari makanan alami seperti buah
berry, anggur, tomat, green tea, garlic ( bawang putih ), curcummin
yang berasal dari temulawak. Beta caroten ditemukan dalam sayuran
berwarna merah/ orange/ kuning dan buah-buahan yang dimakan mentah.
Vitamin E ditemukan dalam kacang-kacangan, biji-bijian dan minyak
dari kacang-kacangan atau biji-bijian. Semangka buahnya tinggi beta
caroten dan vitamin C sedangkan bijinya tinggi vitamin E dan mineral
antioksidan yaitu seng dan selenium. Antioksidan non essensial
ditemukan pada hampir semua jenis buah-buahan dan sayur-sayuran
seperti jeruk, chery, anggur, pepaya, melon,tomat, nanas, strawbery,
cabai hijau, dll.
Dapat disimpulkan antioksidan
yang berasal dari sumber alami yang terpenting :
Vit. A
terdapat pada Wortel, Mangga, Cabai, Labu Kuning, Jeruk, Tomat,
Melon, Plum,Apricot, Bayam, Lettuce, Kacang Kedelai.
Vit. C
terdapat pada Jambu, Cabai Merah, Brocoli, Sayuran Hijau, buah Kiwi,
Citrus, Kubis, Lychee, Pepaya, strawberi.
Vit. E
terdapat pada Minyak Wijen, Minyak Bunga matahari, Biji Bunga
Almonds, Wheat Germ Oil, Minyak Jagung, spirulina, kemiri.
ZINC
terdapat pada Minyak Ikan, Minyak bunga Matahari, Susu, Daging
Merah, Kacang Brazil, Hati, Kepiting, Kerang, Makanan laut dan
brokoli.
Selenium
terdapat pada Telur, Seafood, Daging, Zat, Wheat Germ, garlic,
orange juice, roti gandum dan beras merah.
Olah raga dengan intensitas rendah sesuai dengan umur.
Pengukuran olah raga yang
cocok untuk tiap-tiap umur dapat dinilai dengan rumusan :


Olah raga
dengan intensitas 3 – 5x/minggu
Lamanya latihan olahraga 45 – 60 menit
Contohnya : Wanita usia
50 tahun, angka batas denyut nadi maksimalnya adalah 220 - 50 x 0,70
= 119 kali permenit. Normal denyut nadi dewasa adalah 60 - 90 kali
per menit. Anak-anak sedikit lebih cepat dibandingkan orang dewasa.
Dari perhitungan tersebut dapat disimpulakan bahwa olah raga yang
terbaik untuk usia 50 tahun keatas adalah bukan olah raga berat,
tetapi cukup jalan cepat, sepedah statis atau berenang.
Mengapa
perhitungan ini penting diperhatikan? karena Olah raga
yang berlebihan pada setiap umur akan menyebabkan oksigen berlebihan akan masuk
kedalam tubuh, oksigen sendiri adalah merupakan salah satu sumber
radikal bebas, jumlah radikal bebas akan terbentuk melebihi
kemampuan system pertahanan tubuh, maka molekul pemberontak tambahan
yang tidak dapat dicegah ini, lalu menyerang membrane sel, sehingga
terjadi kerusakan pada sel-sel tubuh yang dapat menyebabkan
timbulnya penyakit.
Olah raga
yang disarankan adalah jalan cepat, jogging, berenang dan bersepeda
statis, olah raga ini dapat meningkatkan enzim antioksidan endogen
seperti enzim superoksid dismutase, glutation peroksidase dan
katalase untuk mencegah kerja setiap radikal bebas yang merusak.
Pola makan
Sebaiknya makan dengan cara
menyesuaikan dengan jam biologi tubuh. Yaitu pada jam 04.00
pagi – 12.00 siang merupakan jam dimana tubuh sedang
membuang racun oleh karena itu sebaiknya mengkonsumsi makanan tanpa
diolah atau mentah seperti buah-buahan, agar enzimnya tetap bertahan
sehingga tidak perlu menggunakan enzim metabolisme tubuh untuk
mencerna makanan. Dimana enzim metabolisme ini merupakan enzim yang
sangat penting untuk membangun kembali tubuh, dan jika dipergunakan
terus menerus dapat menyebabkan defisiensi. Jika belum terbiasa
dengan makanan tidak diolah, sebaiknya mengkonsumsi makanan yang
mudah dicerna.
Pada jam 12 siang – jam
20.00 malam merupakan waktunya makan. Tetapi ada polanya
yaitu sebaiknya makanan sumber protein hewani tidak boleh dimakan
bersamaan dengan makanan sumber karbohidrat. Kacang-kacangan,
biji-bijian serta buah kering juga tidak boleh dimakan bersamaan
dengan sumber protein hewani ataupun dengan sumber karbohidrat.
Makanan sumber protein hewani, makanan sumber karbohidrat dan
kacang-kacangan/ biji-bijian/ buah kering hanya boleh dimakan
bersama dengan sayuran mentah. Sebaiknya buah dimakan tidak
bersamaan dengan makanan lain. Daging dan ikan termasuk dalam
kelompok makanan pembentuk asam, sehingga sebaiknya dimakan paling
banyak 20% saja dan 80% sebaiknya dikonsumsi makanan pembentuk basa
yaitu buah-buahan dan sayuran.
Pada jam 20.00 malam -
04.00 pagi merupakan waktunya tubuh untuk menyerap makanan.
Oleh karena itu hentikan makanan berat pada jam ini. Jika perut
terasa lapar sebaiknya makanlah buah-buahan karena waktu mencerna
buah-buahan hanya 20-30 menit.
Usahakan setiap hari untuk
buang air besar, apalagi jika makanan yang dikonsumsi bukan makanan
sehat seperti daging, karena sisa daging, ikan atau makanan lain
yang sulit dicerna dapat bertahan dalam perut 2-6 hari, bahkan dapat
melekat didinding usus selama bertahun-tahun, sehingga sisa-sisa
yang melekat itu dapat melepaskan racun kedalam darah selama 24 jam
setiap hari dan menyebabkan penumpukan racun dalam darah. Jika kita
buang air besar 2x sehari, maka akan terhindar dari cacingan karena
sebelum telur cacing yang masuk kedalam perut karena mungkin berasal
dari sayuran atau buah-buahan mentah, belum sempat menetas sudah
dikeluarkan dari dalam tubuh.
Perbaikan dengan mengkonsumsi makanan dan minuman sesuai pH tubuh.
Sangat asam Netral Sangat alkalin
pH
1.0 pH 7.0 pH 14.0

pH Darah 
7.35 - 7.45
Sakit / tidak sehat SEHAT Sangat Sehat
|
ASAM |
NETRAL |
BASA / ALKALI
|
|
pH
3.5 |
pH
4.5 |
pH
6.0 |
pH
7.0 |
pH
8.0 |
pH
9.5 |
pH10 | |
|
Kunig telur
Telur
Beras
Arak
Wiski
Soft drink |
Ayam
Ikan
Belut
gula |
Daging merah
Cumi
Keju
Roti
|
Susu/air

|
Tahu
Bawang
Jamur
Timun
Ubi
kentang |
Terung
Kubis
Lobak
Apel
pisang |
Bayam
Rumput
laut
Air
alkaline |
Keseimbangan asam basa dalam tubuh
sangat mempengaruhi metabolisme tubuh, dan ini menjadi factor
terpenting dalam kesehatan. Kadar keasaman atau pH dalam darah
normal antara 7.3 – 7.5, jadi sedikit lebih alkali, sedangkan pH
netral = 7.0
Untuk mendapatkan
kesehatan optimal, darah seharusnya netral atau lebih alkali ( basa
). Perbandingan
asam alkali dalam sel yaitu asam 20% dan basa / alkali 80%. Manusia
memiliki saluran darah sepanjang 960.000 Km atau 2 ˝ kali keliling
bumi, sel tubuh berjumlah 60 Trilyun, dimana setiap 1 sel tubuh
dikelilingi oleh 70.000 molekul air, karena memang tubuh manusia 70
% terdiri dari air. Sudah pasti sel yang sehat hidup pada kondisi
alkali / basa, sedangkan sel yang sakit sudah pasti karena kondisi
yang asam dan menyebabkan sel itu menjadi mati. Kematian dan
penumpukan sel-sel yang mati akan menyebabkan tubuh akan mengalami
gangguan kesehatan, sedangkan sel yang masih hidup dalam lingkungan
asam akan tetap bertahan hidup dengan jalan mengubah diri menjadi
abnormal. Sel ini
akan membelah diri tanpa kontrol sehingga berubah menjadi sel
kanker. Pasien kanker dalam stadium lanjut, tubuhnya akan mulai
memproduksi amonia sebagai reaksi kimiawi untuk melawan lingkungan
asam tubuh, sehingga pasien kanker sering mengeluarkan bau yang
tidak sedap. Tapi kondisi ini dapat diatasi jika lingkungan tubuh
jita bersifat basa/alkali.
Tubuh kita
cenderung menjadi asam antara lain karena dominasi makanan dan
minuman yang bersifat asam, sisa-sisa pembakaran tubuh yang tidak
terbuang dengan baik, pemasukan bahan kimia, zat pengawet, logam
berat yang sengaja atau tidak sengaja masuk kedalam tubuh, serta
kondisi stress dan pola hidup yang buruk akan memicu peningkatan
asam dalam darah dan tubuh. Oleh karena itu kita wajib memahami
perbedaan makanan bersifat asam dan pembentuk asam.
Makanan
pembentuk asam yang memiliki nilai kalori tinggi yaitu daging, ikan
, keju, roti, sereal, kacang-kacangan. Makanan pembentuk alkali
termasuk buah-buahan, sayuran, umbi-umbian, tahu, bawang, lobak,
rumput laut, terung dan lain sebaiknya. Terdapat perbedaan antara
makanan pembentuk asam ( acid forming food ) dan makanan yang
memiliki rasa asam ( acidic food ). Acidic food yaitu makanan yang
memiliki rasa asam atau asam manis, tetapi bisa saja membentuk sifat
alkali, sedangkan makanan pembentuk asam bisa saja tidak memiliki
rasa asam, tetapi membentuk sifat asam dalam tubuh. Jika dalam tubuh
seseorang selama bertahun-tahun menimbun makan dengan makanan
bersifat asam atau memasukkan substansi asam kedalam tubuh seperti
obat-obatan, alkohol, rokok, softdrinks, gula olahan dan alin
sebagainya, maka daya tahan tubuh akan melemah dan rentan terhadap
penyakit. Pada dasarnya kondisi asam dapat menyerang sendi, sel-sel
tubuh, otot, organ dan kelenjar yang menyebabkan tidak berfungsinya
organ dengan baik.
Oleh karena
itu seimbangkan tubuh dengan banyak makan sayuran, buah-buahan dan
minum air alkali atau ionized water. Air alkali merupakan
antioksidan kuat yang menyediakan oksigen berlimpah ke tubuh
sehingga akan memberikan energi bagi tubuh. Air alkalin dapat
melawan radikal bebas dalam tubuh, menyeimbangkan pH tubuh, membantu
mencegah penyakit karena bersifat alkali, merupakan pembersih tubuh
enam kali lebih baik dari air biasa. Bergaya hidup bebas dari
radical bebas dan racun yaitu dengan menghindari minuman keras, soft
drink, merokok, kurang istirahat dan kebiasaan lain yang mengganggu
kesehatan. Minuman keras dan soft drink juga tergolong minuman
pembentuk asam, dengan pH 2,4 minuman ini akan mempengaruhi asam
basa tubuh. Jika kita mengkonsumsi 1 gelas minuman ini untuk
menetralkan kembali kita harus mengkonsumsi 30-40 gelas air tawar.
Demikian juga halnya dengan merokok, peneliti mengatakan bahwa untuk
menghilangkan kadar toxin dari 1 batang rokok, harus meminum 15
gelas air putih. Kalikan saja jika 1 hari merokok 1 bungkus yaitu
kira-kira 12 batang berarti harus menghabiskan 12x15 gelas air putih
yaitu 1 hari harus minum 180 gelas air putih.
Mengatur pola makan dan cara masak yang benar agar antioksidan dalam
makanan tidak rusak.
Yaitu dengan memperhatikan
pola makan sehat berupa mengkonsumsi banyak sayuran, buah-buahan,
mengurangi makanan berlemak, kalori tinggi, kolesterol tinggi
seperti daging merah, santan yang kental, makanan berminyak, makanan
berpengawet. Proses penyiapan makanan juga berperan penting untuk
ksehatan seperti penambahan zat perasa, penggunaan bahan yang sudah
layu, cara pemotongan, perajangan pengirisan, pembilasan serta
perendaman yang berlebihan. Cara memasak yang terbaik untuk
mempertahankan kandungan antioksidan adalah dengan microwave, kukus
dan tumis. Penyimpanan sebaiknya dengan wadah yang kedap udara dalam
lemari es dan hindari menyimpan bahan makanan lebih dari 1 minggu.
Perbaikan Pola Hidup dengan Detoksifikasi
Perbaikan pola hidup dan
detoksifikasi diharapkan dapat membersihkan tubuh dari toxin-toxin
dalam darah atau sisa bahan kimia yang tidak tercerna sehingga dapat
mengganggu fungsi metabolisme tubuh. Dengan berfungsinya kembali
secara normal metabolisme tubuh, maka lemak secara alamiah akan
dibakar oleh tubuh menjadi energi sehingga secara gradual berat
badan akan menjadi turun, tubuh akan menjadi bugar, fit, hilang rasa
pusing, lesu, tidur menjadi nyenyak, buang air besar lancar, nafas
akan menjadi teratur, menghindari penyakit kulit, PMS, selulit,
kehilangan gairah, penuaan dini, tumor, demam, flu dan banyak hal
lain yang intinya akan membuat kualitas darah dan kualitas hidup
anda akan menjadi lebih baik.
Apa itu
detoksifikasi ?
DETOXIFIKASI adalah proses
pengeluaran racun atau zat-zat yang bersifat racun dari dalam tubuh.
Pembersihan & detoksifikasi meningkatkan proses alamiah pengeluaran
toxin dan menetralisir toxin dari dalam darah dan tubuh. Organ vital
yang menjadi target dalam pembersihan racun yang efektif adalah usus
besar, hati, ginjal, paru-paru dan kelenjar keringat.
Bagaimana
racun / toksin terbentuk dalam darah dan tubuh ?
Toxin / racun masuk
kedalam tubuh manusia bisa berasal dari beberapa aspek :
1. Bisa berasal dari udara, kimia seperti pestisida, zat /
makanan aditif, logam berat pada air, kimia industri, residu
obat-obat farmasi, ampas dari makanan yang kita makan dan makanan
yang tidak tercerna.
2. Selain
itu emosi dan fikiran negatif juga merupakan racun bagi sel-sel
tubuh. Stress mengubah keadaan tubuh, dari normal menjadi tidak
normal. Berada di bawah stress akan menempatkan tubuh dalam modus
’lawan atau lari’ ( fight or flight ). Maksudnya adalah Tubuh
bereaksi terhadap stres dengan mengirim sebuah hormon yang disebut adrenalin ke tungkai kaki ( sehingga bisa lari ) atau ke otot-otot pundak dan
bagian dada atas ( sehingga bisa melawan secara fisik ). Ini
sangat bermanfaat bagi leluhur kita yang tinggal digua-gua, yang
masalahnya bukan deadline, traffic jam, tetapi untuk berburu makanan
atau diterkam binatang di hutan. Mereka menggunakan
pasokan adrenalin ini dengan cepat dan sampai habis. Sedangkan
sekarang ini, karena pemicu stress berbeda, kita berada dalam
keadaan siaga untuk waktu yang lama. Jika ini berlanjut tanpa
istirahat, maka dampaknya akan merusak tubuh. Mengapa ? karena pada
saat stress terjadi, tubuh membutuhkan semua sumber dayanyan agar
semua sisitem tubuh untuk melambat atau berhenti sementara. Misalnya
darah akan ditarik menjauh dari sistem pencernaan untuk dikirim ke
otot-otot, sehingga siap melakukan tindakan fisik. Usus dikosongkan,
denyut jantung meningkat, tekanan darah meningkat, keringat keluar,
pupil melebar, mulut mengering karena tidak membutuhkan makanan.
Inilah tandanya proses pencernaan dasar serta penyerapan makanan dan
gizi untuk perbaikan dan pemeliharaan berubah fungsi demi
mempertahankan diri. Sehingga bila dalam keadaan stress yang
berkepanjangan mengakibatkan makanan tidak tercerna sempurna. Dengan
demikian pengeluaran racun oleh tubuh menjadi lamban serta
pemrosesan produk sisa di dalam tubuh tidak efesien. Semua ini
menyebabkan tubuh kelebihan timbunan beban sampah dan racun, yang
tidak ditanggulangi dengan segera, akan terus menumpuk setiap kali
kita terkena stress selanjutnya.
3. Toksin juga diproduksi secara alamiah oleh tubuh kita
sendiri. Ini merupakan proses metabolisme sehingga tidak dapat kita
hindari. Setiap hari didalam tubuh terjadi pembelahan sel-sel baru,
sementara itu sel-sel yang sudah tua akan menjadi aus, mati &
menjadi ampas / sampah. Semua sampah atau zat yang tidak diperlukan
tubuh akan diperlakukan sebagai racun / toksin atau penyakit.
Sesudah terkena penyakit atau cedera, secara alami tubuh membuang
jaringan yang mati / jaringan parut. Tubuh juga memproses dan
membuang semua kelebihan cairan yang tidak diperlukan lagi.
Efek dari
penimbunan racun yang tidak terbuang dari dalam darah dan tubuh :
Dalam kondisi normal sampah /
ampas akan dikeluarkan secara teratur setiap hari melalui sistem
pembuangan tubuh. Tetapi buang air besar setiap hari bukan jaminan
bahwa proses pembuangan kita normal, apalagi bila ada masalah pada
sistem pembuangan, pengeluaran ampas menjadi tidak optimal dan
toksin mulai merusak jaringan organ-organ vital, maka timbulah
penyakit dan kondisi racun berlebihan di dalam darah dan tubuh
(toxicity). Toxicity ini sangat erat hubungannya dengan kelelahan
tanpa sebab, penuaan dini, menyebabkan penyakit degenerative (
liver, jantung, diabetes, kanker dsb.) dan menurunkan serta
memporak-porandakan sistem kekebalan tubuh. Hampir semua masalah
kesehatan dapat dihubungkan dengan kondisi keracunan dalam saluran
usus ( intestinal toxemia ),karena setiap jaringan pada tubuh
mendapat makanan dari darah dan darah mendapatkannya dari usus.
Setiap zat yang masuk kedalam tubuh akan terserap kedalam darah
melalui dinding-dinding usus. Artinya toxin yang berada dalam usus
juga akan ikut bersirkulasi bersama aliran darah sampai ke sel-sel
tubuh. Toksin inilah yang mengkontribusi terjadinya berbagai kondisi
penyakit kronis, akut dan degeneratif, serta menurunnya tingkat
energi dan penuaan dini. Organ tubuh yang sangat
penting untuk proses detoksifikasi juga termasuk liver / hati,
ginjal dan getah bening. Hati mengambil bahan-bahan yang berpotensi
merusak, yang masuk dalam rutinitas harian seperti rokok, alkohol,
obat-obatan, racun dan cafein dan memecahnya ke dalam bentuk-bentuk
yang bisa dibuang melalui tinja dan air seni. Hati juga mengambil
bahan-bahan racun yang dihasilkan oleh tubuh dan mengeluarkannya
untuk mencegah keracunan diri. Jika hati bekerja terlalu keras dan
tidak efisien, maka akan menimbulkan penyakit seperti penyakit
kuning dan batu empedu. Oleh karena itu racun harus dikeluarkan dari
dalam tubuh, caranya dengan detoksifikasi.
Mengapa
detoksifikasi diperlukan ?
Detoksifikasi sangat
dibutuhkan oleh siapa saja walaupun dalam kondisi yang tidak sakit,
karena racun pasti banyak tertimbun pada orang-orang yang hidup pada
jaman ini. Dimulai dari pola hidup yang buruk, termasuk pola makan
dan mungkin pola fikir yang negatif. Salah satu penyebab paling
besar terjadinya toxaemia pada usus adalah kebiasaan mengkonsumsi
makanan di masak atau diproses, yaitu makanan-makanan yang sudah
tidak memiliki enzim lagi. Juga kebiasaan mengkonsumsi makanan
pembentuk acid / asam seperti protein, lemak dan karbohidrat.
Sehingga akan menyebabkan darah menjadi acidosis yaitu pH darah atau
keasaman dalam darah terlalu tinggi. Acidosis akan mengarah ke
peradangan pada berbagai jaringan dalam tubuh, sehingga dapat
menyebabkan platelet darah saling melekat satu sama lain atau
terbentuknya fibrin-fibrin (serabut -serabut yang terbentuk dari
suatu jenis protein dalam tubuh) yang terdapat dalam darah.
Serabut-serabut ini yang memberi kesan seolah-olah darah menjadi
kental. Serabut ini menyebabkan sirkulasi sel-sel darah terganggu
dengan akibat suplai makanan dan oksigen ke sel-sel jaringan tubuh
lainnya terhambat. Tubuh kita memiliki enzim-enzim yang diperlukan
oleh berbagai fungsi metabolisme dalam tubuh dalam jumlah yang
terbatas, termasuk untuk proses pencernaan. Tubuh tidak akan
menggunakan enzim-enzim ini jika makanan yang kita makan masih
memiliki enzim. Terus menerus menggunakan enzim-enzim tubuh akan
menghabiskan energi dan menyebabkan peradangan pada pankreas. Pancreas adalah organ vital yang
memproduksi enzim-enzim pencernaan pada usus kecil. Gangguan pada
pancreas menyebabkan pencernaan tidak lancar dan tubuh semakin
banyak memproduksi sampah / toksin. Usus besar tidak memiliki
kemampuan untuk mencerna makanan. Tubuh akan memadatkan makanan yang
tidak tercerna kesepanjang dinding usus halus. Secara alami proses
ini akan merangsang pengeluaran mukosa ( lendir ) dari sistem imun
yang ada pada dinding-dinding usus. Kondisi ini akan menyebabkan
konstipasi dan penyumbatan pada saluran usus besar. Setelah beberapa
waktu, kotoran ini akan membusuk dan menghasilkan gas beracun. Gas
lebih mudah terserap melalui pori-pori halus pada dinding usus,
mengalir dalam darah dan masuk ke sel-sel tubuh dan sewaktu waktu
dapat menyebabkan penyakit.
Manfaat detoksifikasi :
Pembersihan secara besar-besaran atau
detoksifikasi yang dilakukan secara berkala sangat begitu penting
bagi tubuh kita. Apalagi kita sebagai manusia modern dengan pola
makan yang cenderung menimbulkan ampas / sampah dan acidosis serta
makanan yang dapat menyebabkan penyumbatan-penyumbatan pada sistem
tubuh. Maka,
manfaat detoksifikasi sangat banyak, diantaranya yaitu :
Mengurangi sampah / ampas beracun dalam darah dan tubuh
Tidak
ada organisme pembawa penyakit atau virus yang tahan hidup dalam
darah & tubuh yang bersih, sehingga detox akan mengembalikan kendali
fungsi & keseimbangan alami dalam tubuh, sehingga tubuh sehat
kembali.
Meningkatkan daya tahan tubuh
Meningkatkan energi, karena program detox dirancang untuk mengisi
bahan bakar pada tubuh dan melatihnya untuk menggunakan sumber daya
tersebut secara efisien, sehingga energi tersebut dapat secara
maksimal di gunakan oleh organ tubuh untuk melakukan fungsinya dan
memperbaiki setiap kerusakan yang sudah terjadi.
Meremajakan sel-sel sehingga kulit pun menjadi bersih, sehat,
kencang dan lembut
Menurunkan kelebihan berat badan
Mengecilkan tumor
Menghilangkan peradangan pada kelenjar getah bening
melancarkan sirkulasi darah dan getah bening
menghilangkan gejala penyakit seperti alergi, sakit kepala, kembung
dsb
Meningkatkan indra penciuman, perasa & pendengaran
Memperbaiki daya ingat
Memperbaiki kadar gula darah dan tekanan darah
Memperbaiki fungsi liver dan ginjal.
Sangat
berperan bagi wanita yang ingin menghilangkan selulit.
membuat
fikiran dan hati senang, sehingga akan membuat hubungan dengan orang
lain menjadi lebih baik.
Program
detoksifikasi yang baik harus dapat :
Menormalkan pH pencernaan
Meringankan beban fungsi enzim di pancreas
melancarkan kerja empedu dan mencairkan cairan empedu
Mengurangi lemak dan penyumbatan pada liver
Membangun
flora usus
Melancarkan pembuangan lendir / mukus dan ampas dari dinding usus
agar penyerapan makanan menjadi lebih baik
Membuang
kotoran yang menyumbat saluran usus dan penyumbatan saluran usus ini
dapat menyebabkan kanker usus
Merangsang peristaltik usus agar pembuangan lebih lancar
Membersihkan darah & Membuka pori-pori kulit
Membersihkan saluran kencing dan memperbaiki keseimbangan cairan tubuh
Melancarkan sirkulasi getah bening
Mengeluarkan lendir dari paru-paru serta melancarkan pernafasan
Bagaimana cara
detoksifikasi ?
Terapi detoksifikasi paling
tua dan sudah ratusan tahun dilakukan oleh manusia adalah puasa. Ada
beberapa metode detoksifikasi yang dilakukan orang sekarang. Mulai
dari yang alami seperti puasa, juice fasting sampai yang menggunakan
suplement herba atau obat-obatan tertentu.
Akhir kata, berusahalah
membuat tubuh anda sehat dan membuat hidup anda menjadi lebih berarti.
Semoga bermanfaat.

Back...